Ini rencana pengembangan bisnis Jasa Armada Indonesia (IPCM) di 2021
November 20, 2020 0

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Jasa Armada Indonesia Tbk mulai bersiap untuk meningkatkan kinerja di tahun depan. Perusahaan pun sudah menyiapkan sejumlah rencana meliputi penambahan armada hingga merger dan akuisisi.

Direktur Utama Jasa Armada Indonesia Amri Yusuf mengatakan, perusahaan telah memiliki langkah-langkah ekspansi untuk tahun 2021. “Rencana ekspansi kami pasti punya,” kata dia dalam paparan publik virtual, Jumat (20/11).

Ia menjelaskan, perusahaan akan memanfaatkan peluang di terminal khusus di sekitar terminal yang dikelola IPC. Sayang ia belum membeberkan secara detil lantaran masih dalam tahapan pembicaraan.

“Sudah ada beberapa pertemuan dengan mitra strategis dari beberapa industri yang kami harapkan bisa mendukung rencana kami dalam melakukan ekspansi,” sebutnya.

Selain itu, emiten berkode saham IPCM di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini juga telah berencana untuk melakukan merger ataupun akuisisi yang bersifat anorganik di tahun depan. Amir mengaku, saat ini tengah melihat kesempatan yang ada. Lagi-lagi, ia masih belum membeberkan secara detil terkait target perusahaan yang dibidik.

IPCM juga telah menyampaikan ketertarikan untuk menyediakan jasa penundaan dan pemanduan kapal di Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat. Hal tersebut menyusul upaya IPCM dalam mengumpulkan kontrak-kontrak baru. 

Karenanya, ia berharap pihaknya dapat dipercaya pemerintah untuk mendapat wewenang jasa penundaan dan pemanduan kapal di pelabuhan tersebut. Amir mengungkapkan, salah satu kontrak baru yang dibidik dari proyek Jawa Satu Power. 

“Ada beberapa target market yang sedang kami dekati perlahan, semoga 2021 bisa dieksekusi. Salah satu di antaranya yang bisa saya sebutkan yaitu Jakarta Satu Power yang sedang proses pembicaraan,” jelas dia.

Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia IPCM Rizki Pribadi Hasan menambahkan, untuk menggenjot kinerja perusahaan di tahun depan, perusahaan bakal menambah empat kapal.

“Kami berencana membeli satu kapal tunda dan tiga kapal jenis lainnya yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Tetapi, pembelian ini juga masih amat bergantung pada kondisi perekonomian pada tahun depan,” ujarnya. 

Kendati begitu, perusahaan masih belum bisa memproyeksikan kebutuhan anggaran untuk belanja modal di tahun depan.

Hingga November 2020, IPCM memiliki armada sebanyak 83 kapal yang terdiri atas beberapa jenis kapal, yakni kapal tunda (tug boat), kapal pandu (pilot boat), dan kapal bantu pandu (mooring boat).

Rizky bilang dari jumlah tersebut, ada empat kapal tunda dengan kapasitas 2 x 2200 Horse Power yang masih dalam proses pembangunan. Keempat kapal tersebut memiliki nilai kontrak Rp 230 miliar yang akan selesai Desember 2020.

Author : Sugeng Adji Soenarso
Editor  : Anna Suci Perwitasari

Leave a comment