IPC Marine (IPCM) Bicara Prospek di Selat Malaka
Februari 11, 2021 0

Bisnis.com, JAKARTA – PT Jasa Armada Indonesia Tbk. (IPCM) atau IPC Marine merespons positif rencana Kementerian Perhubungan dalam penugasan untuk melayani jasa pemanduan dan penundaan kapal di perairan Selat Malaka. Direktur Utama IPCM Amri Yusuf pernah menyampaikan ketertarikan untuk ikut mengelola jasa pemanduan dan penundaan di perairan yang berbatasan dengan Malaysia dan Singapura tersebut. Terlebih, perseroan memiliki sumber daya yang mumpuni untuk mengelolanya. Anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC tersebut akan menawarkan sinergi dan kolaborasi dengan Pelindo I dan Pelindo III yang telah lebih dahulu terlibat dalam mengelola jasa tersebut. Dia menegaskan akan banyak pemain yang terlibat di wilayah ini dan tak mungkin hanya mengelolanya sendiri.

“Kalau dilihat dari sisi pergerakannya, prospeknya cukup bagus. Selat Malaka ini sangat cantik, trafik menggiurkan dengan salah satu pergerakan tersibuk di dunia dan riskan terjadi kecelakaan. Kabar kalau nantinya IPC ditugaskan kami sangat bergembira,” ujarnya kepada Bisnis.com, Kamis (11/2/2021). Luas perairan Selat Malaka, sebutnya, mencapai hingga dua pertiga perairan di Indonesia. Sayangnya, tidak ada sampai sepuluh persen yang bisa dikelola oleh domestik, dengan sebagian besar masih dikelola asing. Amri menekankan dari sisi sumber daya sudah punya petugas pandu dan pilot yang memenuhi syarat legalitas. Selain itu dari sisi prasarana juga sudah siap menempatkan kapal tunda jika dibutuhkan.

Sebelumnya, IPC segera bergabung dan memperkuat keberadaan Pelindo I dan Pelindo III dalam memberikan pelayanan jasa pemanduan dan penundaan kapal di Selat Malaka untuk bersaing dengan Pelabuhan Tanjung Pelepas di Malaysia dan di Singapura. Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus H. Purnomo mengatakan Pelindo I dan Pelindo III sudah melayani di selat Malaka. Dengan kondisi yang ada saat ini Kemenhup sedang meningkatkan program aktivitas kapal untuk memindahkan muatan kapal atau ship to ship dan lay-up kapal. Bahkan, lanjutnya, diskon tarif juga sedang digencarkan supaya bisa menarik dan bersaing dengan Tanjung Pelepas di Malaysia dan Singapura.

Author  : Anitana Widya Puspa
Editor   : Rio Sandy Pradana

Leave a comment