Maret 28, 2020 0

Jakarta – PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM atau Perseroan) mengumumkan kinerja tahun buku 2019 tercatat positif. IPCM berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp90 miliar, atau naik 24% dari Rp73 miliar tahun 2018.

Hasil positif itu ditopang oleh pendapatan IPCM yang naik sebesar Rp682 miliar diperoleh dari jasa pelayanan kapal dengan kontribusi Penundaan Kapal (Tugging) sebesar Rp604 miliar yang merupakan 89 % dari pendapatan, serta jasa Pengelolaan Kapal sebesar Rp56 miliar yang memberikan kontribusi sebesar 8 %.

Jasa Pemanduan (Pilotage) yang memberikan kontribusi 3% dari total
pendapatan mengalami peningkatan signifikan sebesar 49% dari Rp14 miliar di tahun 2018 menjadi Rp 20 miliar di tahun 2019.

Pendapatan jasa pelayanan pemanduan dan penundaan di luar wilayah pelabuhan umum/PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC yaitu di wilayah sektor Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) pada tahun 2019 meningkat signfikan sebesar 180% dari Rp25 miliar di tahun 2018 menjadi Rp70 miliar di tahun 2019.

Selanjutnya ke depan Perseroan akan terus menambah pendapatan berulang (recurring income) Perseroan dan menjadikan pendapatan di sektor TERSUS dan TUKS terus tumbuh berkelanjutan (sustainable growth).

“Laba bersih meningkat terutama karena kontribusi pendapatan layanan penundaan di pelabuhan umum serta jasa pengeloaan kapal yang mencapai 88% dari total pendapatan ditambah peningkatan kontribusi dari layanan pemanduan dan penundaan di pelabuhan lain selain pelabuhan umum dari 6% menjadi 10%. Di samping itu, pengelolaan dana dan pengendalian biaya yang lebih efektif turut mendukung tercapainya kenaikan laba bersih tersebut,” ujar Rizki Pribadi Hasan, Direktur Keuangan dan SDM perusahaan, Sabtu, 28 Maret 2020.

Pada tahun 2019 Perseroan mencatat peningkatan total aset sebesar 10,4%, meningkat menjadi Rp1,3 triliun dari Rp1,2 triliun tahun sebelumnya. Perseroan mencatat kenaikan Laba Per Saham (EPS) dan secara keseluruhan menunjukkan rasio keuangan yang sehat. EPS Perseroan meningkat menjadi Rp17,0 dari Rp13,8 pada tahun 2018, marjin laba bersih (NPM) Perseroan meningkat menjadi 13,2% dibandingkan 10,0% tahun lalu.

Rata-rata Return on Average Equity (RoAE) menjadi 8,5% di tahun 2019, meningkat dari 7,1% tahun 2018 serta Rata-rata Return on Average Assets (RoAA) adalah 7,4% di tahun 2019, naik dari 5,8% di tahun 2018. (*)

Author : Dwitya Putra

Leave a comment