Bidik Pelanggan di Luar Pelindo II, Saham Jasa Armada Direkomendasikan Beli dengan Target Rp 425
Februari 19, 2021 0

JAKARTA, Investor.id – PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) tengah gencar membidik pelanggan dari luar induk usaha Pelindo II, seperti pelabuhan swasta maupun khusus, dalam pelayanan jasa towage dan pilotage. Sedangkan pelabuhan Patimban diperkirakan menjadi penyumbang terbesar pendapatan perseroan dalam beberapa tahun mendatang.

Faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham IPCM dengan target harga Rp 425 per saham. Sedangkan pada perdagangan saham kemarin, saham IPCM ditutup melemah ke level Rp 338.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Ignatius Teguh Prayoga mengatakan, berdasarkan penjelasan manajemen, Jasa Armada sedang membidik sejumlah pelanggan pelabuhan swasta maupun khusus di luar Pelindo II guna mendorong pertumbuhan kinerja. Strategi ini nampaknya mulai membuahkan hasil dari kontak pelabuhan pembangkit listrik Jawa I pada 21 Januari 2021. Perseroan akan menyediakan layanan jasa kelautan di pelabuhan khusus tersebut.

Sedangkan ekspansi ke Patimban, dia mengatakan, diproyeksikan memberikan keuntungan bagi perseroan mulai 2023 setelah pengembangan fase II dan III pelabuhan tersebut dituntaskan. Sebagaimana diketahui pelabuhan Patimban akan menjadi pelabuhan dengan kapasitas 7,5 juta TEUs dan 600 ribu CBU tahun 2027.

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan lonjakan laba bersih perseroan menjadi Rp 1,04 triliun tahun ini, dibandingkan realisasi tahun 2020 senilai Rp 372 miliar. Pendapatan perseroan juga diperkirakan mencapai Rp 26,79 triliun, dibandingkan raihan tahun 2020 sebesar Rp 26 triliun.

Sebelumnya, Direktur Utama Jasa Armada Indonesia Amri Yusuf mengatakan, perseroan membidik peningkatan pendapatan sebanyak 20% tahun ini. Secara rinci, sektor pelabuhan umum dan non pelabuhan masing-masing diharapkan menyumbang 5% dan 15%.

Guna mengejar target tersebut, dia menjelaskan, perseroan memiliki beberapa strategi, yaitu fokus penguatan core bisnis towage dan pilotage serta pemutakhiran teknologi informasi kesiapan armada. “lantaran digitalisasi menjadi bagian dari sistem operasi yang dapat mengetahui pergerakan kapal yang linier terhadap konsumsi bahan bakar dan pendapatan,” jelasnya.

Tahun ini, perseroan juga berkomitmen untuk menargetkan kesiapan alat produksi di atas 95% dengan pemerataan utilitasnya yang diharapkan lebih dari 70%. Dengan demikian, pelayanan (SLA/SLG) dapat meningkat dengan tarif yang lebih kompetitif. “Sedangkan dari segi pasar, kami berencana perluas pasar di luar PT Pelabuhan Indonesia II (Persero),” ujarnya.

Leave a comment