IPCM Optimistis Merger Induk Usahanya Berdampak Positif Terhadap Pengembangan Bisnis Perusahaan
September 5, 2021 0

Emiten anak usaha Pelindo, PT Jasa Armada Indonesia Tbk. (IPCM) optimistis merger induk usahanya dapat berdampak positif terhadap pengembangan bisnis perusahaan.

Dalam rencananya, Pelindo tidak akan dikelola berdasarkan wilayah melainkan berdasarkan lini bisnis sehingga dapat fokus untuk mengembangkan potensi ke depan.

Fokus klaster-klaster bisnis akan meningkatkan kapabilitas dan keahlian yang akan berdampak pada peningkatan kepuasan pelanggan melalui kualitas layanan yang lebih baik dan peningkatan efisiensi dalam penggunaan sumber daya keuangan, aset, dan SDM.

Direktur Utama Jasa Armada Indonesia Amri Yusuf menerangkan perseroan akan mendapatkan nilai tambah dengan adanya klasterisasi anak usaha Pelindo.

“Mengingat kinerja usaha dan operasional IPCM selama ini semakin baik, ditopang oleh kondisi keuangan yang kuat, kami percaya bahwa pembentukan klaster bisnis akan memberikan nilai tambah bagi IPCM,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (5/9/2021).

Mengenai rencana lain seperti penggabungan anak usaha dan aksi korporasi lainnya, emiten bersandi IPCM tersebut masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai detail rancangan pembentukan klaster bisnis pasca merger Pelindo I, II, III, dan IV.

Rancangan detail tersebut sedang disusun Tim Sinergi dan Integrasi BUMN dalam Layanan Pelabuhan.

Di sisi lain, IPCM tetap menjalankan rencana bisnis perseroan yang telah ditetapkan sebelumnya. Namun, perseroan tetap membuka peluang ekspansi lebih besar atau penyesuaian jika diperlukan pascamerger.

“Setelah ada perkembangan lebih lanjut mengenai rencana induk pascamerger, apabila dirasakan perlu, Perseroan akan melakukan penyesuaian rencana bisnis agar sejalan dengan grand plan/master plan yang baru,” urainya.

Amri meyakini dengan fundamental bisnis yang kuat dan kemampuan operasional yang tinggi, IPCM akan dengan cepat dapat melakukan adaptasi yang diperlukan.

Terkait kemungkinan meningkatnya aset ataupun likuiditas pascamerger induk usaha, IPCM belum memiliki target jangka pendek.

“Dalam waktu dekat Perseroan belum memiliki rencana. Sepenuhnya hal tersebut menjadi kewenangan atau keputusan pemegang saham,” urainya.

Hingga semester I/2021, pendapatan IPCM tercatat Rp393,04 miliar naik 16,19 persen dari posisi semester I/2020 sebesar Rp338,25 miliar. Beban pokok pendapatan juga turut meningkat menjadi Rp270.32 miliar dari Rp228,75 miliar.

Dengan demikian laba bruto perseroan tercatat Rp122,71 miliar naik dari Rp109,5 miliar semester pertama tahun lalu.

Adapun, IPCM mencatat laba tahun berjalan semester I/2021 menjadi Rp60,46 miliar naik 11,72 persen dari periode yang sama tahun lalu Rp54,11 miliar.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto menuturkan perseroan saat ini tengah menghadapi tren kenaikan harga saham secara teknikal. Apalagi, ditambah sentimen positif dari merger induk usaha akan membuat harga sahamnya meningkat.

“IPCM uptrend dengan support 366 dan resistance pada 462–500. Rekomendasi buy on weakness karena sempat terjadi aksi profit taking pada 2 September 2021,” ujarnya kepada Bisnis.

Hingga penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (3/9/2021), harga saham IPCM turun 3,41 persen atau 14 poin ke harga 396 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp2,09 triliun.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Leave a comment