IPCM Tebar Dividen Interim Rp 20,06 Miliar, Cum Datenya Pekan Ini
07/01/2024 0

JAKARTA, investor.id – PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) berencana menebar dividen interim sebesar Rp 20,05 miliar atau setara Rp 3,80 per lembar saham pada 26 Januari 2024. Dividen interim tersebut berasal dari laba bersih yang dibukukan perseroan hingga Juni 2023 sebesar Rp 83,93 miliar.

Cum dividen IPCM di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada Jumat, 5 Januari 2023. Ex dividen pasar reguler dan negosiasi tanggal 8 Januari.

Adapun cum dividen adalah tanggal terakhir investor dapat membeli saham tertentu untuk mencatatkan diri sebagai investor yang berhak menerima dividen.

Sedangkan ex dividen merupakan tanggal di mana investor sudah tidak mendapatkan hak dividen dari suatu saham yang dibelinya.

Kemudian, cum dividen pasar tunai 9 Januari, dan ex dividen pasar tunai 10 Januari. Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen di 9 Januari, lalu pembayaran dividen 26 Januari 2024.

Direktur Utama Jasa Armada Indonesia (IPCM) Shanti Puruhita mengatakan, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, IPCM secara konsisten membagikan dividen interim pada akhir tahun. “Hal ini merupakan salah satu bentuk komitmen IPCM kepada pemegang saham yang senantiasa mendukung pencapaian IPCM,” ungkapnya dalam keterangan pers, Senin (1/1/2024).

Shinta menambahkan, komersialisasi bisnis IPCM sepanjang tahun 2023 juga dapat dilihat dari berbagai penandatanganan kerjasama IPCM dengan para mitra juga terus aktif dilakukan antara lain dengan ditandatanganinya beberapa perjanjian jangka panjang dengan PT Cemindo Gemilang Tbk., PT Nusantara Regas, PT Jawa Satu Power, PT Cirebon Electric Power, PT Cirebon Energi Prasarana, PT Langlang Laju Layang dan PT Pelabuhan Bukit Prima.

Selain itu, lanjutnya, IPCM juga telah menandatangani kesepakatan kerjasama terkait jasa pemanduan dan penundaan dengan Sub Holding Pelindo Jasa Maritim untuk seluruh wilayah Regional 2 PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Menurut Shinta, dengan adanya sejumlah komersialisasi bisnis ini, IPCM mampu melihat peluang ekspansi dari perkembangan TUKS dan Tersus saat ini dimana hal ini menyokong pertumbuhan pendapatan IPCM hingga saat ini termasuk juga dengan sejumlah rangkaian penyesuaian tarif yang diupayakan IPCM mulai Maret 2023.

“Sepanjang 2023 IPCM juga berupaya melakukan efisiensi berkelanjutan melalui transformasi armada, digitalisasi operasi serta penghematan bahan bakar,” tutup Shanti.

Leave a comment