KT Selat Siberut, Legenda Hidup di Teluk Bayur
March 14, 2023 0

Kapal (KT) Selat Siberut merupakan kapal tunda legendaris yang beroperasi di Pelabuhan Teluk Bayur. Kapal berusia 46 tahun yang dinakhodai oleh Kapten Yuliardi ini, baru saja memandu Kapal Eastern Fair Belawan untuk memasuki dermaga.

Keberhasilan Kapten Yuliardi membawa KT Selat Siberut memandu Kapal Belawan tidak terlepas dari komunikasi yang baik dengan pihak-pihak yang terlibat dalam pemanduan kapal. “Etik komunikasinya kita jaga, sistem komunikasinya kita jaga, prinsip kerjanya pun kita jaga semua. Jadi istilahnya kita kerja itu agak rileks tapi penuh tanggung jawab supaya jangan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam bekerja. Menjaga komunikasi dengan Pandu itu tidak boleh putus karena akan membahayakan pekerjaan,” ucapnya.

Sebagai kapten yang sudah puluhan tahun bersama KT Selat Siberut, Yuliardi mengatakan kalau performa KT Selat Siberut cukup baik. Kendala jika terjadi kerusakan hanya spare partnya saja karena susah didapat. Di samping itu, lanjutnya, kondisi mesin mesti harus sering dikontrol terus. “Jika ada gejala, kita cepat melaporkan sebagai antisipasi, jadi seandainya trouble, barangnya cepat ada penggantinya,” ujarnya.

Yuliardi melanjutkan, kalau sistem legible-nya sama saja tapi tergantung dari manusianya mau bagaimana polanya. “Kapal Selat Siberut ini, 2 bulan itu sudah bisa dikuasai. Tapi kalau tipe-tipe kapal canggih perlu minimal 5 bulan,” terangnya.

Karena KT Selat Siberut merupakan kapal tua, Yuliardi menjelaskan, perlu penanganan khusus karena usia kapal, jadi harus main di posisi save sekali. “Kecuali emergency. Kalau emergency mesti kita adjust sedikit. Misalnya, kapal orang akan kandas, kita mesti menarik, tapi momennya tidak boleh lama. Kalau lama dikhawatirkan nanti mesin kita yang jebol. Dua kali rugi kita, kapal orang tidak terselamatkan, kapal kita jebol. Makanya kita bermain safety. Karena mengetahui usia kapal, sehingga kita menjaga keamanannya,” imbuhnya.

Saat ini, KT Selat Siberut dalam menjalankan tugasnya, rata-rata mampu beroperasi 5 kali setiap harinya. Hal tersebut bukan masalah kekuatan, tapi karena segi umur kapalnya. Untuk seusianya, Kapal Selat Siberut ini sangat kuat, tapi karena keterbatasan dan kemampuan olah gerak kapal ini membuat Pandu kurang begitu ‘pede’ menggunakannya.

“Karena keterbatasan itu, olah gerak kapal kurang luwes. Kalau kita terlalu merapat, nanti Pandu bukannya memikirkan kapal yang dia sandarkan, tetapi malah memikirkan kita. Kita kerja harus bisa bantu Pandu. Dalam proses pelayanan, sebuah pekerjaan itu berhasil jika aman dan selamat, itu saja prinsip kerjanya,” papar Yuliardi.

Yuliardi mengakui, banyak tantangan yang ia hadapi dalam menakhodai KT Selat Siberut. Salah satunya kondisi ekstrem seperti cuaca badai, ombak besar, sehingga kapal tidak bisa dikendalikan dengan cepat, dalam artian,  harus melakukan penanganan khusus. “Sudah sering, tapi semuanya tak luput dari komunikasi. Komunikasi harus kita jalin. Jadi kalau komunikasi sudah terjalin, kerja pun bagaimana susahnya, pihak lain akan bisa memaklumi,” ujarnya.

Yuliardi berharap, KT Selat Siberut ini diremajakan dan mesin idealnya harus diganti dikarenakan adanya keterbatasan suku cadang tersebut. “Harapan saya, seandainya ingin diremajakan, mohon untuk mesin dan sistem kemudinya. Jadi kalau sudah peremajaan mungkin teman-teman ABK lebih percaya diri lagi buat eksekusi kapal-kapal,” tuturnya.

Leave a comment