Coach Dadang Iskandar, Kepala Bengkel Yang Sukses Melatih Timnas
March 14, 2023 0

Kesuksesan Dadang Iskandar di bidang futsal, diawali saat dikenal sebagai pelatih futsal senior. Padahal, awalnya Dadang merupakan pelatih sepak bola. Tepatnya pada periode 2000-2002, ia mulai melatih tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Indonesia Muda yang bermarkas di Jakarta Utara.

Dua tahun menimba pengalaman sebagai pelatih usia muda, Dadang Iskandar dipercaya mendampingi Slamet Pramuji, Solekan, dan Ronny Pattinasarany sebagai asisten pelatih Persitara Jakarta Utara pada 2003. Setahun kemudian (2004), ia dipercaya menjadi pelatih kepala Persitara.

Karier Dadang Iskandar terbilang sukses. Persitara yang saat itu berkompetisi di Divisi Dua, berhasil promosi ke Divisi 1 (Liga 2). Pada 2005 Dadang Iskandar juga berhasil membawa Persitara promosi ke Divisi Utama (Liga 1).

Pada tahun tersebut, Dadang mulai melirik futsal sebagai alternatif kariernya. “Waktu menjadi asisten Om Ronny saya dikenalkan dengan futsal oleh beliau. Karena dulu hanya ada dua pelatih yang punya lisensi AFC, salah satunya Om Ronny. Saya banyak ngobrol dengan beliau soal futsal,” ujarnya.

Hingga 2010, Dadang menjalani karier sebagai pelatih futsal mantap fokus di futsal untuk membesarkan IPC Pelindo II, klub futsal yang sudah ia latih sejak 2006. Kendati demikian, pada 2013 Dadang sempat kembali ke sepak bola sebagai asisten di Persitara, namun hanya berlangsung setengah musim kala itu.

Setahun setelah itu, bermodal sejumlah prestasi yang ia ukir bersama IPC Pelindo, di antaranya juara Liga Futsal Indonesia pada 2011 dan 2012, Dadang mendapat panggilan untuk menangani timnas futsal Indonesia pada 2014. “Saat itu saya ada audiensi buat pelatih timnas. PSSI langsung yang seleksi. Kebetulan tim teknisnya itu ada Benny Dollo dan Joko Driyono juga,” kata Dadang.

Pada tahun pertama menangani timnas futsal Indonesia, Dadang membawa Indonesia menempati posisi keempat pada Piala AFF Futsal 2014 di Malaysia. Capaian terbaik Dadang Iskandar di timnas futsal adalah saat menjadi runner-up pada CFA Tournament Futsal International di Cina pada 2016 yang menjadi Kebanggaan Indonesia.

“Yang paling penting sekarang itu membangun kepercayaan, salah satunya dengan prestasi. Dengan prestasi, orang pasti akan melirik, artinya semua bisa diblow up misal di sosial media bisa gencar,” kata Dadang soal perkembangan futsal saat ini.

Untuk itu, lanjutnya, paling penting sekarang futsal Indonesia harus terus berprestasi supaya jangan ada di bawah bayang-bayang sepak bola. “Saya tidak ingin menyebut futsal anak tiri. Karena bagaimana pun futsal itu di bawah federasi sepak bola. Jadi bisa memberikan efek positif bagi federasi kita, futsal harus ambil bagian dalam hal prestasi,” imbuh Dadang.

Di sela-sela kesibukannya sebagai pelatih futsal, Dadang juga tidak melupakan tugas dan kewajibannya sebagai karyawan di PT Jasa Armada Indoneisa Tbk, grup perusahaan Pelindo. Dadang mendapat tugas baru sebagai Kepala Bengkel, dan setiap hari tugasnya mengawasi kerja timnya di bengkel. “Setelah meninggalkan dunia pelatihan, saya masih dipercaya oleh perusahaan sebagai Kepala Bengkel yang membawahi mekanikal, tukang las dan yang terkait dengan bengkel di pelabuhan,” kata Dadang.

Leave a comment